Header Ads

Ada Operasi Intelijen dari Luar Untuk Merusak Citra Jendral Gatot


SuaraMiliter.com |
Penolakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo oleh pemerintah Amerika Serikat patut diduga sebagai operasi intelijen. Terlebih belakangan ini popularitas Gatot melejit hingga digadang-gadang sebagai wakil Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Begitu penilaian Pengamat Geopolitik dari Global Future Institute, Hendrajit dalam diskusi yang diselenggarakan Garuda Nusantara Center, di kawasan SCBD, Jakarta, Jumat (27/10).

"Gagasan dibalik operasi ini nampaknya bukan untuk memompa popularitas pak Gatot melainkan sebaliknya," ujarnya.

Menurut Hendrajit, menjelaskan popularitas Gatot memang sedang dilirik oleh politisi luar. Apalagi, Gatot digadang-gadang menjadi wakil Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Hendrajit memberi contoh upaya menggulirkan Gatot dapat dilihat dari tulisan John McBeth wartawan dari majalah Far Estern Econimic Riview yang menjadi kepala biro di Indonesia.

Pemberitaan yang ditulis John, menggambarkan Gatot sebagai orang yang berhaluan ultra-nasionalis, sehingga dipandang sebagai anti Amerika dan Blok Barat. Bahkan dalam pandangan barat, ultra-nasionalis sering disamakan dengan fasisme.

"Sangat masuk akal jika ada gerakan intelijen dari AS untuk menjatuhkan reputasi Gatot" jelasnya. (Sumber: RMOL)

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.