Header Ads

Pangkostrad sebagai Irup penutupan TMMD ke-100 di Tapanuli Selatan


SuaraMiliter.com |
Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), melalui wakilnya Aswin Efendi Siregar, meminta kepada Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, agar melanjutkan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD). Alasannya, program tersebut mampu mempercepat akselerasi pembangunan di wilayah itu.

“Mewakili masyarakat di Tapsel, kami meminta agar Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi agar melanjutkan program TMMD,” ujar Wakil Bupati Tapsel Aswin pada acara temu ramah di kantor Bupati Tapsel, Jalan Kenanga, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Rabu (25/10).

Lebih lanjut dia mengatakan, selama terlaksananya program itu, akselerasi pembangunan di Tapsel semakin kencang, karena dibantu oleh TNI melalui program yang diciptakan pemerintah tersebut.

Dia menyebutkan, selama mendampingi Syahrul M Pasaribu, wilayah Tapsel sudah banyak kemajuan. Kualitas  infrastruktur jalan menuju desa-desa sudah meningkat, dan saat ini sudah banyak dinikmati masyarakat. Menurutnya, hobi Bupati Tapsel yang selalu turun ke desa-desa dengan sebutan Mar-Mar Stayle, membuat masyarakat menjadi mudah untuk menyampaikan seluruh aspirasinya.

"Apabila program TMMD bergandengan dengan pemerintah, maka percepatan pembangunan akan cepat terealisasi,"ujarnya.

Sebelumnya, kedatangan Pangkostrad disambut dengan tarian tradisional Persembahan. Menurut Kepala Bagian Humas Pemkab Tapsel, Isnut Siregar mengatakan, tarian itu merupakan persembahan kepada raja-raja atau pejabat negara yang datang berkunjung ke Tapsel. “Ini bentuk penghargaan masyarakat Tapsel ke Pangkostrad, karena melalui program TMMD sudah membantu percepatan pembangunan di Kabupaten Tapsel,” pungkasnya.(Penkostrad/HD)

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.