Header Ads

Pangkostrad Tinjau Titik Nol Pembukaan Jalan Tembus Palas-Madina


SuaraMiliter.com |
Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi didampingi Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Cucu Somantri, bersama Bupati Kabupaten Padang Lawas (Palas), H. Ali Sutan Harahap dan Wabup Palas, H. Ahmad Zarnawi Pasaribu meninjau penentuan titik nol pembukaan jalan tembus Kabupaten Palas-Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Rabu (25/10/2017).

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Sepak 3bola Desa Hapung, Kacamatan Sosa, dihadiri pimpinan FKPD Palas, pimpinan dan anggota DPRD Palas, Sekdakab Palas, alim ulama, pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Palas, para camat, para Kepala Desa se-Palas, OKP, dan ribuan masyarakat Palas dari berbagai elemen dan kalangan.

Dalam sambutanya, Bupati Palas H. Ali Sutan Harahap menyampaikan, pembukaan jalan nasional yang menghubungkan dua Kabupaten ini, berada di Desa Hapung, Kabupaten Palas dan Desa Pagur, Kabupaten Madina.

“Peresmian pembukaan jalan ini, merupakan kerja sama antara Pemkab Palas dengan Pemkab Madina, bersama dengan jajaran TNI. kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatangani antara pemerintah dua Kabupaten, pihak TNI dan pemerintah pusat,” ujar Bupati Palas H. Ali Sutan Harahap.

Bila nantinya pengerjaan jalan tembus Palas-Madina ini selesai dikerjakan, kata bupati, tentunya akan mendekatkan jarak tempuh antara kedua daerah kabupaten, yaitu bisa ditempuh dalam waktu satu jam.

Sementara itu Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa peran aktif pimpinan pondok pesantren (Ponpes) memberikan andil yang cukup besar dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

“Semoga dengan terbukanya jalan tembus Palas-Madina nantinya, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dua daerah kabupaten ini,” ujar Pangkostrad. (Penkostrad/HD)

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.