Header Ads

Soal 5000 Senjata di Bandara, Menhan: Presiden Perintahkan Ini Harus Diselesaikan!


SuaraMiliter.Com |
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membantah jika polemik senjata impor untuk Korps Brimob Polri yang tertahan di bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada akhir pekan lalu menimbulkan kegaduan antara TNI dan Polri.

Ryamizard menegaskan bahwa tidak ada masalah diantara TNI dan Polri selama berada dibawah koordinasi Kementerian Pertahanan.

"Itu tugas saya sebagai Menteri Pertahanan, supaya mereka (TNI-Polri) itu tidak akan terpecah pecah," tegasnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/10).

Ryamizard mengatakan, senjata asal Bulgaria untuk Korps Brimob di Bandara Sokarno Hatta, bukan ditahan karena ilegal, tetapi hanya dilakukan pengecekan oleh Badan Intelejen Strategis (Bais) TNI.

"Sekarang lagi diproses (pengecekan) dan itu gak sembarangan karena harus dihitung. Dan masalah itu sudah selesai, Presiden perintahkan  ini diselesaikan," demikian Ryamizard.

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.