Header Ads

Presiden Hadir di Pembukaan Simposium Nasional Purnawirawan TNI AD


SuaraMiliter.com | Hari ini, Senin 20 -11- 2017  di Balai Kartini, diselenggarakan acara Simposium Nasional Kebudayaan, yang diselenggarakan oleh Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD).

Simposium Nasional Kebudayaan ini mengambil tema " Pembangunan Karakter Bangsa Untuk Melestarikan dan Mensejahterakan NKRI Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945".

Penyelenggaraan acara ini didukung oleh Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) dan Yayasan Suluh Nuswantara Bhakti (YSNB).

Presiden Joko Widodo hadir di lokasi sekitar jam 09.05 WIB, didampingi oleh Menkopolhukam Wiranto , Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Ketua Umum PPAD Letjen (Purn) Kiki Syahnakri.

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya , dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Penyelenggara Acara, LetJend (Purn.) Slamet Supriyadi.

Dalam sambutannya Bapak LetJend ( Purn ) Selamet Supriyadi  mengatakan bahwa acara yang sudah  lama direncakan oleh PPAD.

“Perlu kami laporkan kepada Bapak Presiden, bahwa acara ini sesungguhnya digagas sudah lama sejak tahun 2013. Melihat perkembangan bangsa pasca reformasi. Bangsa ini semakin kehilangan jati dirinya. Masyarakat makin meninggalkan Pancasila, mereka banyak mengambil budaya luar,"

Bapak Slamet Supriyadi juga menyoroti soal negara Indonesia yang sedang tengah darurat Narkoba, bahaya LGBT, dan masalah korupsi.

"Ada lagi tindak pidana - tindak pidana lainnya. Alhamdulillah, pada hari ini berkat dukungan Menko Kemaritiman, Mensesneg, dan Menteri PPN kami bisa menyelenggarakan acara ini.

Hasil pembahasan simposium ini akan jadi masukan kepada Bapak Presiden dalam program nasional revolusi mental, demikian Selamet Supriyadi. (R-08)

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.