Header Ads

TNI AU Tempatkan Pesawat Tempur di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif


SuaraMiliter.com | Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S. IP menegaskan kekuatan TNI Angkatan Udara difokuskan untuk mendukung visi pembangunan yang kini sedang giat dilaksanakan yakni Poros Maritim Dunia (PMD).

PMD diterjemahkan dengan pembangunan infrastruktur berupa pelabuhan dan dermaga atau tol laut dan bandara-bandara mulai daerah pinggiran atau tol udara.

"Kekuatan TNI Angkatan Udara dibangun untuk mengamankan pelaksanaan pembangunan jembatan udara yang hasil akhirnya adalah kemakmuran yang merata bagi warga masyarakat Indonesia di semua daerah termasuk pulau terluar, harga komoditi barang tidak ada kesenjangan," kata KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S. IP. ketika melantik  187 perwira TNI Angkatan Udara lulusan Sekolah Pembentukan Perwira (Stukpa ) TNI Angkatan Udara Angkatan ke-20 tahun pelajaran 2017 di Lapangan Dirgantara, Pangkalan Udara (Lanud) Adi Soemarmo, Solo, Selasa ( 21/11/2011).

KSAU menyatakan bahwa TNI AU telah menempatkan sejumlah pesawat tempur atau gelar operasi di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) antara lain seperti pulau terluar  Ranai, Tarakan dan Morotai.

"Kedatangan pesawat tempur 11 unit  pesawat tempur canggih Sukhoi 35 dan dua skawadron F -16 serta alat utama sistem senjata (alutsista)  seperti sekitar 32  radar baru juga membuat TNI AU mampu menjaga kedaulatan udara Republik Indonesia (RI)," tegas KSAU.

(Rls)

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.