Header Ads

Wakasau Berharap Mahasiswa Pelajari Keberadaan Wilayah Udara dan Antariksa


SuaraMiliter.com |
Panglima Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Yuyu Sutisna, S.E.,M.M., hari ini memberikan ceramah umum bagi mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil) di Aula Rektorat Universitas Siliwangi, Tasikmalaya,

Ceramah bertemakan “Penegakan Kedaulatan di Wilayah Udara Demi Terwujudnya Kedaulatan NKRI dan Pemanfaatan Geo Stationer Orbit (GSO)” tersebut dihadari Walikota Tasikmalaya Drs Budi Budiman, Rektor Unsil Prof. Dr. Rudi Priyadi, Ir.,M.S., Danlanud Wiriadinata Letkol Pnb Safeano Cahyo Wibowo, S.T., Exc Dipl SS., Kapolres Tasikmalaya dan pejabat lainnya.

Dalam ceramahnya Marsda TNI Yuyu Sutisna, S.E.,M.M.,  menyatakan  sebagai negara yang berdaulat, Indonesia juga mempunyai kedaulatan atas wilayah udara, bagian dari wilayah nasional yang harus dipertahankan keutuhannya. Kedaulatan wilayah udara yang utuh dan penuh antara lain ditandai  adanya wewenang negara untuk mengizinkan/menolak memberi izin terhadap penerbangan internasional yang memasuki wilayah teritorialnya, menentukan peraturan, keadaan dan pembatasan dalam pelaksanaan penerbangan di wilayahnya dan diterapkannya hukum di wilayahnya baik terhadap pesawat nasional maupun pesawat udara asing.

Ditambahkannya kedaulatan di wilayah udara Indonesia ditegakkan berdasarkan pada pasal 1 Konvensi Chicago 1944 yang berbunyi setiap negara mempunyai kedaulatan atas ruang udara yang utuh dan penuh.

Prinsip kedaulatan negara di udara itu didasarkan juga pada pasal 5 Undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.   Sehingga Indonesia sebagai negara yang berdaulat berhak mengatur dan mengelola ruang udaranya tanpa intervensi negara lain dan tidak ada pesawat asing yang melintasi wilayah tanpa izin pihak berwajib.

Disampaikan juga kompleksitas dunia kedirgantaraan seperti pengelolaan ruang antariksa, GSO, satelit dan lainnya.

Dalam paparannya Marsda TNI Yuyu Sutisna, S.E.,M.M., yang kini juga menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) tersebut menyinggung mengenai peran TNI AU sebagai penjaga kedaulatan wilayah udara yuridiksi nasional dan Kohanudnas sebagai pelaksana tugas TNI AU dalam hal tugas pertahanan udara (hanud) tersebut. 

Tugas Hanud yang dilaksanakan Kohanudnas antara lain melalui operasi pertahanan udara dengan tahapan kegiatan deteksi, identifikasi dan penindakan terhadap pesawat yang melintas tanpa izin. 

Disinggung pula tentang Flight Information Region (FIR), Air Defence Identification Zone (ADIZ), regulasi tentang wilayah pertahanan udara dan lainnya.

Akhirnya Pangkohanudnas Marsda TNI Yuyu Sutisna, S.E.,M.M., mengharapkan kepada para mahasiswa Unsil, Tasikmalaya sebagai generasi penerus harapan bangsa untuk menyadari keberadaan wilayah udara dan antariksa yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. 

"Kesadaran akan keberadaan tersebut tentu akan menimbulkan kebanggaan nasional terhadap ruang udara. Sehingga diharapkan mahasiswa dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, agar nantinya dapat berperan aktif di kancah internasional," Demikian Yuyu Sutisna (Pen.TNIAU-R)

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.