Header Ads

Dubes RI Myanmar Menerima Kunjungan Kapuskes TNI di Yangon Myanmar


SuaraMiliter.Com | Dubes RI Myanmar DR. Ito Sumardi menerima kunjungan Kapuskes TNI Mayjen TNI dr Ben Yura Rimba, Mars, usai mengikuti Konferensi Kesehatan Militer ASEAN ke-1 di Kantor Kedutaan Besar RI Yangon, Myanmar, kemarin.

Dalam kunjungan tersebut Kapuskes TNI Mayjen  TNI dr. Ben Yura Rimba, Mars, didampingi Direktur Kesehatan Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksmana Pertama TNI dr Arie Zakaria, SpOT, Kepala Bidang Umum Pusat Kesehatan TNI Kolonel Kes dr. Iwan Trihapsoro, SpKK, SpKP, FINSDV, FAADV., Komandan Detasemen Kesehatan Lampung Kodam II Sriwijaya Letkol Ckm dr. Bernard Daimima, dan Kepala Seksi Nuklir Biologi Kimia Direktorat Kesehatan Kementerian Pertahanan Letkol Kes Tri Indriyanto.

Pada  kesempatan  itu, Dubes RI. DR. Ito Sumardi menjelaskan bahwa saat ini sedang dilaksanakan pembangunan Rumah Sakit Indonesia Myaungbwe, Rakhine State Myanmar dibangun oleh pemerintah RI dan sumbangan masyarakat Indonesia di Myanmar. Peletakan batu pertama proyek pembangunan rumah sakit dimulai 19 November 2017 dan dijadwalkan selesai pertengahan tahun 2018.

Menurut Dubes tersebut merupakan realisasi  dari gagasan pemerintah dan masyarakat  Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat di Myaungbwe, Rakhine State.

Pada pertemuan tersebut diatas Dubes RI Myanmar menyampaikan rencana kebutuhan tenaga medis untuk mendukung kegiatan operasional rumah sakit. Dalam kesempatan tersebut Dubes RI untuk Myanmar menyampaikan rencana permohonan kepada Panglima TNI tentang kebutuhan tenaga kesehatan dari prajurit TNI untuk ditempatkan dan bertugas di Rumah Sakit Indonesia di Myaungbwe, Rakhine State Myanmar.

(Puspen TNI/Hadi)


No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.