Header Ads

Pangkostrad Berkunjung Ke Yonif Para Raider 433 Kostrad


SuaraMiliter.Com | Panglima Kostrad Letnan Jenderal TNI Agus Kriswanto beserta Ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad Ibu Aik Agus Kriswanto melaksanakan kunjungan kerja di Batalyon Infanteri Para Raider 433/Julusiri  yang berkedudukan di Desa Sambueja, Kecamatan Bantimurung , Kabupaten Maros. Selasa (24/4/2018).

Kunjungan Pangkostrad yang didampingi para Asisten Kaskostrad, Danbrigif Para Raider 3 /TBS beserta para staf Brigif Para Raider 3 Kostrad tersebut disambut hangat  oleh Kakorum Yonif PR 433/Julusiri Kapten Inf Dadi Iswahyudi beserta seluruh keluarga besar Batalyon Infanteri Para Raider 433/Julusiri

Yonif Para Raider 433/Julusiri merupakan Batalyon satuan jajaran Brigif Para Raider 3 Kostrad yang berkedudukan di Sambueja Bantimurung Kab. Maros dan ini merupakan kunjungan perdana sejak menjabat sebagai Pangkostrad terlebih lagi Batalyon 433/Julusiri merupakan tempat pertama Pangkostrad bertugas.

Pangkostrad disambut hangat oleh seluruh prajurit dan Persit Yonif Para Raider 433/julusiri. Selanjutnya Pangkostrad berkesempatan untuk memberikan pengarahan kepada seluruh anggota dan keluarga Yonif Para Raider 433/Julusiri kemudian di lanjutkan kegiatan cek pangkalan.

Pada pengarahannya Pangkostrad menyampaikan rasa bangga bisa berkunjung dan bertatap muka langsung dengan keluarga besar Yonif PR 433/Julusiri. Disela-sela pengarahan Pangkostrad bercerita tentang kenangan bersama prajurit di Yonif PR 433 /Julusiri.

"Kalian harus bangga menjadi prajurit Yonif Para Raider 433/Julusiri dan keluarga besar Kostrad. Jaga nama baik satuan dan jangan pernah mencoreng nama besarnya," pesan Pangkostrad.

Di akhir pengarahan, Pangkostrad memberikan kesempatan untuk sesi tanya jawab.

(Hadi/Penkostrad)

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.